TUGAS 3 – IKLAN DAN REKLAME (ETIKA BISNIS)

Definisi Iklan
Iklan dilukiskan sebagai sarana dan media komunikasi antara produsen dan konsumen, antara penjual dan pembeli. Dalam proses periklanan, komunikasi periklanan, sebuah klan menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga kita memperoleh kesan bahwa iklan tersebut bermaksud memberi informasi. Seolah-olah tujuan dari iklan tersebut adalah memperkenalkan sebuah produk atau jasa secara informatif dan jelas, namun pada kenyataannya saaat ini banyak iklan

iklan komersial yang ditayangkan dan ditampilkan secara belebihan dan sangat tidak sesuai dengan kenyataan.
Fungsi Iklan
Iklan dibagi menjadi 2 macam , yaitu
iklan yang persuasif
dan
iklan yang informatif
. Iklan yang persuasif biasanya ditemukan pada produk-produk yang bukan kebutuhan imum. Iklan tersebut berusaha untuk menarik hati dan membujuk konsumen untuk membeli produknya. Sedangkan iklan yang informatif adalah iklan yang menyediakan informasi dan memperkenalkan suatu hal. Namun di dalam dunia periklanan tidak ada yang namanya murni iklan persuasif ataupun iklan yang informatif. Iklan selau mengandung unsur dari keduanya. Ketika mengiklankan sesuatu,iklan tersebut pasti di buat seinformatif dan semenarik mungkin.
Etika?
Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
Ciri-ciri iklan yang baik

Etis: berkaitan dengan kepantasan.

Estetis: berkaitan dengan kelayakan (target market, target audiennya, kapan harus ditayangkan?).

Artistik: bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khalayak.
ETIKA SECARA UMUM

Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan

Tidak memicu konflik SARA

Tidak mengandung pornografi

Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Tidak melanggar etika bisnis, ex: saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.

Tidak plagiat
ETIKA PARIWARA INDONESIA (EPI)
(Disepakati Organisasi Periklanan dan Media Massa, 2005). Berikut ini kutipan beberapa etika periklanan yang terdapat dalam kitab EPI.
Tata Krama Isi Iklan

1. Hak Cipta:
Penggunaan materi yang bukan milik sendiri, harus atas ijin tertulis dari pemilik atau pemegang merek yang sah.
2. Bahasa:
(a)

Iklan harus disajikan dalam bahasa yang bisa dipahami oleh khalayak sasarannya, dan tidak menggunakan persandian (enkripsi) yang dapat menimbulkan penafsiran selain dari yang dimaksudkan oleh perancang pesan iklan tersebut. (b) Tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif sepe
rti “paling”, “nomor satu”, ”top”, atau kata

kata berawalan “ter“. (c) Penggunaan kata ”100%”, ”murni”, ”asli” untuk menyatakan
sesuatu kandungan harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik. (d) Pengguna
an kata ”halal” dalam iklan hanya dapat dilakukan
oleh produk-produk yang sudah memperoleh sertifikat resmi dari Majelis Ulama Indonesia, atau lembaga yang berwenang.
3. Tanda Asteris (*):
(a)

Tanda asteris tidak boleh digunakan untuk menyembunyikan, menyesatkan, membingungkan atau membohongi khalayak tentang kualitas, kinerja, atau harga sebenarnya dari produk yang diiklankan, ataupun tentang ketidaktersediaan sesuatu produk. (b) Tanda asteris hanya boleh digunakan untuk memberi penjelasan lebih rinci atau sumber dari sesuatu pernyataan yang bertanda tersebut.
4.
Penggunaan Kata ”Satu

satunya”:

Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata
“satusatunya” atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menyebutkan dalam hal apa
produk tersebut menjadi yang satu-satunya dan hal tersebut harus dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan.

5. Pemakaian Kata “Gratis”:

Kata “gratis” atau kata lain yang bermakna sama tidak boleh
dicantumkan dalam iklan, bila ternyata konsumen harus membayar biaya lain. Biaya pengiriman yang dikenakan kepada konsumen juga harus dicantumkan dengan jelas.
6. Pencantum Harga:
Jika harga sesuatu produk dicantumkan dalam iklan, maka ia harus ditampakkan dengan jelas, sehingga konsumen mengetahui apa yang akan diperolehnya dengan harga tersebut.
7. Garansi:
Jika suatu iklan mencantumkan garansi atau jaminan atas mutu suatu produk, maka dasar-dasar jaminannya harus dapat dipertanggung- jawabkan.
8. Janji Pengembalian Uang (warranty):
(a) Syarat-syarat pengembalian uang tersebut harus dinyatakan secara jelas dan lengkap, antara lain jenis kerusakan atau kekurangan yang dijamin, dan jangka waktu berlakunya pengembalian uang. (b) Pengiklan wajib mengembalikan uang konsumen sesuai janji yang telah diiklankannya.
9. Rasa Takut dan Takhayul:
Iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut, maupun memanfaatkan kepercayaan orang terhadap takhayul, kecuali untuk tujuan positif.
10. Kekerasan:
Iklan tidak boleh

langsung maupun tidak langsung -menampilkan adegan kekerasan yang merangsang atau memberi kesan membenarkan terjadinya tindakan kekerasan.
11. Keselamatan:
Iklan tidak boleh menampilkan adegan yang mengabaikan segi-segi keselamatan, utamanya jika ia tidak berkaitan dengan produk yang diiklankan.
12. Perlindungan Hak-hak Pribadi:
Iklan tidak boleh menampilkan atau melibatkan seseorang tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari yang bersangkutan, kecuali dalam penampilan yang bersifat massal, atau sekadar sebagai latar, sepanjang penampilan tersebut tidak merugikan yang bersangkutan.
13. Hiperbolisasi:
Boleh dilakukan sepanjang ia semata-mata dimaksudkan sebagai penarik perhatian atau humor yang secara sangat jelas berlebihan atau tidak masuk akal, sehingga tidak menimbulkan salah persepsi dari khalayak yang disasarnya.
14. Waktu Tenggang (elapse time):
Iklan yang menampilkan adegan hasil atau efek dari penggunaan produk dalam jangka waktu tertentu, harus jelas mengungkapkan memadainya rentang waktu tersebut.

images3

ULASAN :
Penempatan iklan tersebut dapat merusak lingkungan jika dibiarkan begitu saja. Namun kini DPRD Surabaya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pohon menjadi Peraturan Daerah (Perda). Sejumlah aturan dalam perda tersebut dinilai lebih keras dan tegas dibandingkan perda sebelumnya. Dalam perda terakhir yang dihasilkan anggota DPRD Surabaya masa bakti 2009-2014 ini diatur dalam perda ini juga larangan bagi perusak pohon seperti memaku, menempel, poster, membakar, menyiram bahan kimia, serta perbuatan lain yang bisa merusak pohon maka bisa diancam pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp50 juta.

Reklame adalah benda, alat perbuatan atau media yang menurut bentuk, susunan dan/ atau corak ragamnya untuk tujuan komersil dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa ataupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu barang, jasa, seseorang atau badan yang diselenggarakan/ ditempatkan atau dapat dilihat, dibaca dan/ atau didengar dari suatu tempat oleh umum kecuali yang dilakukan oleh Pemerintah.

Reklame dan iklan mempunyai makna yang setara. Iklan dari kata i’lan (bahasa Arab) berarti pengumuman, dan reklame berarti seruan yang berulang, maka kedua istilah yang terkait dengan media periklanan ini mengandung makna yang setara yaitu untuk kegiatan penyampaian informasi kepada masyarakat atau khalayak sasaran pesan. Iklan dilukiskan sebagai sarana dan media komunikasi antara produsen dan konsumen, antara penjual dan pembeli. Dalam proses periklanan, komunikasi periklanan, sebuah iklan menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga kita memperoleh kesan bahwa iklan tersebut bermaksud memberikan informasi.

images1

ULASAN :
Penempatan reklame tersebut sudah tepat karena tidak menganggu pengguna jalan dan terlebih lagi tidak merusak lingkungan. Namun terlalu banyak nya reklame membuat tatanan kota terlihar buruk atau tidak rapi. hal tersebut juga bisa menimbbulkan informasi reklame tidak tepat sasaran karena terlalu banyaknya reklame yang dipasang dalam satu tempat.

sumber :
blog kharismayoga

TUGAS 2 – PELANGGARAN ETIKA BISNIS YANG TERDAPAT DI KORAN

Dilihat dari sudut pandang ekonomis, bisnis adalah kegiatan ekonomis. Hal yang terjadi dalam kegiatan ini antara lain tukar menukar, jual beli, memproduksi memasarkan, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Namun, perlu diingat pencarian keuntungan dalam kegiatan berbisnis tidak hanya sepihak, tetapi diadakan dalam interaksi. Pada kenyataannya, banyak pelaku bisnis di Indonesia tidak memikirkan tentang hal tersebut. Mereka lebih cenderung untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan kerugian pihak lain. Sebagai contoh, seseorang yang ingin menjual sepeda motornya kepada seorang pembeli. Penjual tersebut menjual dengan harga tinggi. Padahal, banyak kekurangan pada motor tersebut. Namun si penjual tidak mengatakan hal tersebut kepada pembelinya. Dia tidak peduli dengan kerugian yang akan ditanggung oleh si pembeli. Yang diinginkan penjual tersebut adalah mendapat banyak keuntungan. Hal ini hanya ada satu pihak yang diuntungkan, sedangkan yang lain dirugikan.
Dengan tidak mengindahkan peranan sentral dari sudut pandang ekonomis, perlu ditambahkan juga sudut pandang moral. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah hal yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan. Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik, juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral.

kasus pelanggaran etika bisnis merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia. Berbagai hal tersebut merupakan bentuk dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin menguasai pasar. Selain untuk menguasai pasar, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi para pebisnis untuk melakukan pelanggaran etika bisnis, antara lain untuk memperluas pangsa pasar, serta mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga faktor tersebut merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan pelanggaran etika dengan berbagai cara.

Bentuk pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia
Mempraktekkan bisnis dengan etiket berarti mempraktekkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling menghormati. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor, sikap menghadapi rekan-rekan bisnis, dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. Itu berupa senyum sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih, tidak menyalahgunakan kedudukan dan kekayaan, tidak lekas tersinggung, kontrol diri, toleran, dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Dengan kata lain, etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai, meningkatkan efisiensi kerja, dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan
Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral

images 2

TUGAS 1 ETIKA BISNIS – RESUME BUKU ETIKA BISNIS

index

Etika Bisnis

Menurut R.B.Simatupang, bisnis adalah “keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan secara teratur dan terus menerus,yaitu berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa-jasa maupun fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan, dipertukarakan, atau disewakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan”.

Menurut Kamus Besar Indonesia, bisnis adalah usaha dagang, usaha komersial dalam dunia perdagangan.

Jadi dapat disimpulkan bisnis merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan, karena dikatakan sebagai suatu pekerjaan, mata pencaharian, bahkan suatu profesi, bisnis merupakan aktivitas dalam perdagangan, bisnis dilakukan dalam rangka memperoleh keuntungan/laba, bisnis dilakukan baik oleh perorangan maupun suatu badan usaha.

Menurut sternberg (dalam jurnal niki), mendefinisikan etika bisnis sebagai suatu bidang filosofi yang berhubungan dengan pengaplikasian ethical reasoning terhadap berbagai praktik dan aktivitas dalam berbisnis. Dalam kaitan ini, etika bsinis merupakan upaya untuk mencarikan jalan keluar atau paling tidak mengklarifikasikan berbagai moral issues yang secara spesifik muncul atau berkaitan dengan aktivitas bisnis tersebut.

Menurut Muslich (dalam jurnal wodaryanti), mendefinisikan bahwa etika bisnis sebagai pengetahuan mengenai tata cara yang ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara ekonomi/sosial, dimana penetapan norma dan moralitas ini dapat menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis.

Jadi etika bisnis adalah :

Suatu proses dan upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah yang selanjutnya tentu melakukan hal yang benar berkenaan dengan produk, pelayanan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan tuntutan perusahaan
Mempelajari kualitas moral kebijaksanaan organisasi, konsep umum dan standar untuk perilaku moral dalam bisnis, berperilaku penuh tanggung jawab dan bermoral.
Merupakan suatu kebiasaan atau budaya moral yang berkaitan dengan kegiatan bisnis suatu perusahaan.
Etika untuk berbisnis secara baik dan fair dengan menegakkan hukum dan keadilan secara konsisten dan konsekuen setia pada prinsip-prinsip kebenaran, keadaban dan bermartabat

Peran Etika Dalam Bisnis

Untuk membangun kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari perumusan etika yang akan digunakan sebagai norma perilaku sebelum aturan (hukum) perilaku dibuat dan dilaksanakan, atau aturan (norma) etika tersebut diwujudkan dalam bentuk aturan hukum.
Sebagai kontrol terhadap individu.pelaku dalam bisnis yaitu melalui penerapan kebiasaan atau budaya moral atas pemahaman dan penghayatan nilai-nilai dalam prinsip moral sebagai inti kekuatan suatu perusahaan dengan mengutamakan kejujuran, bertanggung jawab, disiplin, berperilaku tanpa diskriminasi.
Etika bisnis hanya bisa berperan dalam suatu komunitas moral, tidak merupakan komitmen individual saja, tetapi tercantum dalam suatu kerangka sosial

Menurut k. bertens dalam buku penngantar etika bisnis, etika bisnis pun dapat dijalankan pada tiga taraf. Tiga taraf ini berkaitan dengan tiga kemungkinan yang berbeda untuk menjalankan kegitan ekonomi dan bisnis.

Pada taraf makro, etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi sebagai keseluruhan.
Pada taraf meso (madya atau menengah), etika bisnis menyelidiki masalah etis di bidang organisasi. Organisasi di sini terutama berarti perusahaan, tapi bisa juga serikat buruh, lembaga konsumen, perhimpunan profesi dan lain-lain.
Pada taraf mikro, yang difokuskan adalah individu dalam hubungan dengan ekonomi atau bisnis. Di sini dipelajari tanggung jawab etis dari karyawan dan majikan, bawahan dan manajer, produsen dan konsumen, pemasok dan investor.

Prinsip – Prinsip Umum Etika Bisnis

Terdapat beberapa prinsip umum dalam etika bisnis (Keraf, 1998), yaitu :

Prinsip Otonomi, yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
Prinsip Kejujuran, dalam hal ini kejujurn adalah merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol terhadap konsumen, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
Prinsip Keadilan, bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
Prinsip Saling menguntungkan (mutual benefit principle), juga dalam bisnis yang kompetitif atau menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak yang terlibat didalam kegiatan bisnis tersebut.
Prinsip integritas moral, ini merupakan dasar dalam berbisnis, harus menjaga nama baik perusahaan tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.

Pentingnya Etika Bisnis

Perilaku etis penting diperlukan untuk sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis. Pentingnya etika bisnis tersebut berlaku untuk kedua perspektif baik lingkup makro ataupun mikro.

1. Perspektif Makro

Pertumbuhan suatu negara tergantung pada market system yang berperan lebih efektif dan efisien daripada command system dalam mengalokasikan barang dan jasa. Beberapa kondisi yang diperlukan market sysem untuk dapat efektif :

Hak memiliki dan mengelola properti swasta
Kebebasan memilih dalam perdagangan barang dan jasa
Ketersediaan informasi yang akurat berkaitan dengan barang dan jasa

Jika salah satu subsistem dalam market system melakukan perilaku yang tidak etis, maka hal ini akan mempengaruhi keseimbangan sistem dan mengambat pertumbuhan sistem secara makro.

Pengaruh dari perilaku tidak etis pada perspektif makro :

Penyogokan atau suap
Hal ini akan mengakibatkan berkurangnya kebebasan memilih dengan cara mengubah kondisi yang mendasari penfambilan keputusan.
Coercive act
Mengurangi kompetisi yang efektif antara pelaku bisnis dengan ancaman atau memaksa untuk tidak berhubungan dengan pihak lain dalam bisnis.
Deceptive information (penipuan)
Merupakan tindakan memperdaya, menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan.
Pecurian dan penggelapan
Merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual.
Unfair discrimination
Merupakan perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang orang tertentu yang disebabkan oleh ras, jenis kelamin, kewarganegaraan, atau agama. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan sama (setara) tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang ‘disukai’ dan tidak.

2. Perspektif Mikro

Dalam lingkup ini perilaku etis identik dengan kepercayaan atau trust. Dalam lingkup mikro terdapat rantai relasi dimana supplier, perusahaan, konsumen, karyawan saling berhubungan kegiatan bisnis yang akan berpengaruh pada lingkup makro. Tiap mata rantai penting dampaknya untuk selalu menjaga etika sehingga kepercayaan yang mendasari hubungan bisnis dapat terjaga dengan baik.

Standar Moral

Menurut Nofieiman, Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. Dimensi etis merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. Etika bisnis yang berfokus pada cenderung etika terapan daripada etika normatif. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etis dalam pengambilan keputusan yaitu :

Prinsip Consequentialist
Konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Artinya ialah keputusan dinilai etis atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut.
Prinsip Nonconsequentialist
Terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etis dan berdasarkan alasan bukan akibat (konsekuensi).
Prinsip HakMenjamin hak asasi manusia. Hak ini berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain.
Prinsip Keadilan
Keadilan biasanya terkait dengan isu hak, kejujuran,dan kesamaan.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :

Pengendalian diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang “etis”.
Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya.
Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-“ekspoitasi” lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.
Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada “oknum”, baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan “gugur” satu semi satu.
Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.
Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti “proteksi” terhadap pengusaha lemah.

Sumber :

Dalimunthe, Ritha F. 2004. Jurnal etika bisnis. Sumatera utara : Universitas sumatera utara.

Lukviarman, Niki. 2004. Etika bisnis tak berjalan diindonesia: ada apa dalam corporate governance. Padang: Universitas andalas padang. Jurnal siasat bisnis no. 9 vol. 2, desember 2004.

Widaryanti. 2011. Etika bisnis dan etika profesi akuntan. STIE pelita nusantara semarang.

Bertens K. 2000. Pengertian etika bisnis. Yogyakarta.

TUGAS MANAJEMEN STRATEJIK

PT.PETROKIMIA GRESIK

Profil perusahaan
Didirikan pada tanggal 10 juli 1972 di Gresik,Jawa Timur. PT. Petrokimia Gresik bergerak di bidang produksi dan pemasaran produk pupuk serta industri kimia yang lain. Beberapa anak perusahaan langsung dibawah PT.Petrokimia Gresik antara lain PT.Petrosida Gresik dan PT.Petrokimia Kayaku.
PT.Petrokimia Gresik menempati lahan seluas 450 Hektar. Pada awal berdirinya memproduksi amoniak, pupuk urea dan ZA hingga saat ini PT.Petrokimia Gresik telah memiliki berbagai bidang usaha dan fasilitas pabrik terpadu.
Perkembangan bisnis PT.Petrokimia Gresik(PKG) secara bertahap telah melakukakan pengembangan pabrik berteknologi tinggi menjadi produsen pupuk berbasis Asam Fosfat dan hingga saat ini berkembang kea rah produksi pupuk majemuk dengan kapasitas produksi 4.330.000 Ton Pertahun. Dalam kurun waktu selama 38 tahun PKG secara konsisten dan berkesinambungan melakukan inovasi-inovasi. Sejalan dengan program pemerintah dalam pencapaian dalam pencapaian swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan maka PKG berupaya meningkatkan produktivitas pertanian.

VISI-MISI PERUSAHAAN

VISI
“Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi, dan produknya paling diminati konsumen”
Visi ini merupakan komitmen dari semua jajaran direksi dan karyawan PT.Petrokimia Gresik untuk menjadikan pelanggan sebagai focus dengan senantiasa meningkatkan kualitas dan menciptakan inovasi-inovasi produk dengan tidak mengesampingkan untuk melakukan efisiensi biaya sehingga tercipta produk yang berdaya saing di pasaran yang bisa memuaskan pelanggan.
Sejalan dengan memasuki era globalisasi dimana persaingan sangat ketat, maka dari kondisi ini masih sangat relevan jika menggunakan visi “Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi, dan produknya paling diminati konsumen”

MISI
Mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program swasembada pangan. Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan. Mengembangkan potensi usaha untuk mendukung industry kimia nasional dan berperan aktif dalam community development.

TUJUAN PERUSAHAAN
Turut Melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang industri, perdagangan, jasa dan angkutan

Analisa SWOT

Strenght (Kekuatan)

 

 

 

 

 

Nilai

Bobot

Rating

Skor

1. Memiliki fasilitas pengelolaan dan pengolahan limbah pabrik seperti : MPAL, IPAL, PET, kolam
limbah dan area green
barrier

4

0,190476

3

0,761905

2. Memiliki
SDM yang mempunyai kompetensi
dalam industry amoniak dan pemasaran serta jasa jasa
pabrik.

4

0,190476

4

0,761905

3. Memiliki
Free Cash Flow yang cukup umtuk
investigasi pengembangan.

3

0,142857

3

0,428571

4. Menerapkan 
Sistem Manajemen mutu yang berkualitas

4

0,190476

4

0,761905

5. Sarana pemasaran yang menyeluruh ke berbagai media.

4

0,190476

4

0,761905

Jumlah

19

1

18

3,421967

 

 

 

 

 

Weakness (Kelemahan)

 

 

 

 

1. Produk
Tunggal urea dan amoniak ekses

3

0,6

2

1,2

2. Sarana distribusi kurang optimal

2

0,4

2

0,8

Jumlah

5

1

4

2

 

 

 

 

 

Oppotunity (Peluang)

 

 

 

 

1. Pembangunan  sector pertanian
dan perkebunan masih berlanjut, sehingga kebutuhan berbagai jenis pupuk masih meningkat

4

0,210526

4

0,842105

2. Masih Tersedianya bahan baku di sumatra
selatan

4

0,210526

4

0,842105

3. program pemerintah
untuk revalitasi 3 pabrik baru dengan
kapasitas besar dan hemat energi

4

0,210526

3

0,631579

4. melakukan pengembangan dalam bidang agribisnis

4

0,210526

3

0,631579

5. Pengembangan
usaha ke lokasi baru di
kawasan industry.

3

0,157895

3

0,473684

Jumlah

19

1

17

3,421053

 

 

 

 

 

Threat (Ancaman)

 

 

 

 

1.Kontrak pasokan
gas bumi dan formula harga yang tidak menguntungkan

4

0,25

3

0,75

2. Peralatan kritis, Spare part bahan pembantu dan material lainnya masih tergantung vendor luar negeri

4

0,25

3

0,75

3. Peraturan Pemda Mengenai standard baku mutu limbah
semakin ketat

4

0,25

3

0,75

4. Banyaknya pesaing

4

0,25

4

1

Jumlah

16

1

13

3,25

 

 

 

Hasil
Dari rincian Analisi SWOT adalah seperti berikut ini :

Skor Strengh

3,421967

Skor weakness

2

Skor Opportunity

3,421053

Skor Threat

3,25

 

Mengacu pada skor total tersebut di atas, maka penentuan posisi perusahaan dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

tabel 3 crop
Selain itu, penentuan koordinat dari gambar di atas adalah sebagai berikut :
Koordinat Analisis Internal = (Skor total Kekuatan – Skor total kelemahan)
=3,421967– 2
=1,421967
Koordinat Analisis eksternal = (Skor Peluang – Skor Ancaman)
= 3,421053 – 3,25
=0,171053

Berdasarkan gambar tersebut di atas, maka diketahui posisi PT. Semen Indonesia terletak pada kuadran I namun perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut di bawah ini :

Kuadran

Posisi Titik

Luas Matriks

Ranking

Prioritas Strategi

I (SO)

3,421967

3,42105

11,7067

1

Growth

II (WO)

2

3,42105

6,84210

3

Stabilitas

III (WT)

2

3,25

6,5

4

Penciutan

IV (ST)

3,714285

3,25

12,0714

2

Kombinasi

 

Berdasar tabel tersebut
di atas, maka diperoleh ranking luas matrik kuadran
sebagai berikut :

  1. Ranking ke
    1       : pada kuadran I dengan luas matrik 11,70672
  2. Ranking ke
    2       : pada kuadran IV dengan luas matrik 12,0714
  3. Ranking ke
    3       : pada kuadran II dengan luas matrik 6,84210
  4. Ranking ke
    4       : pada kuadran III dengan luas matrik 6,5

Dengan memiliki keunggulan pada kuadran I (S O strategi), maka PT.
Petrokimia
Gresik  memiliki
kekuatan sebagai dasar untuk
mendapatkan peluang berkembang sebagai
Perusahaan Semen Terbaik di Indonesia

Referensi         :

  1. Website Resmi PT. Petrokimia
    Gresik

 

Tugas Manajemen Stratejik 2014

PT.PETROKIMIA GRESIK
Profil perusahaan
Didirikan pada tanggal 10 juli 1972 di Gresik,Jawa Timur. PT. Petrokimia Gresik bergerak di bidang produksi dan pemasaran produk pupuk serta industri kimia yang lain. Beberapa anak perusahaan langsung dibawah PT.Petrokimia Gresik antara lain PT.Petrosida Gresik dan PT.Petrokimia Kayaku.
PT.Petrokimia Gresik menempati lahan seluas 450 Hektar. Pada awal berdirinya memproduksi amoniak, pupuk urea dan ZA hingga saat ini PT.Petrokimia Gresik telah memiliki berbagai bidang usaha dan fasilitas pabrik terpadu.
Perkembangan bisnis PT.Petrokimia Gresik(PKG) secara bertahap telah melakukakan pengembangan pabrik berteknologi tinggi menjadi produsen pupuk berbasis Asam Fosfat dan hingga saat ini berkembang kea rah produksi pupuk majemuk dengan kapasitas produksi 4.330.000 Ton Pertahun. Dalam kurun waktu selama 38 tahun PKG secara konsisten dan berkesinambungan melakukan inovasi-inovasi. Sejalan dengan program pemerintah dalam pencapaian dalam pencapaian swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan maka PKG berupaya meningkatkan produktivitas pertanian.

VISI-MISI PERUSAHAAN
VISI
“Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi, dan produknya paling diminati konsumen”
Visi ini merupakan komitmen dari semua jajaran direksi dan karyawan PT.Petrokimia Gresik untuk menjadikan pelanggan sebagai focus dengan senantiasa meningkatkan kualitas dan menciptakan inovasi-inovasi produk dengan tidak mengesampingkan untuk melakukan efisiensi biaya sehingga tercipta produk yang berdaya saing di pasaran yang bisa memuaskan pelanggan.
Sejalan dengan memasuki era globalisasi dimana persaingan sangat ketat, maka dari kondisi ini masih sangat relevan jika menggunakan visi “Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi, dan produknya paling diminati konsumen”
MISI
Mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program swasembada pangan. Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan. Mengembangkan potensi usaha untuk mendukung industry kimia nasional dan berperan aktif dalam community development.
TUJUAN PERUSAHAAN
Turut Melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang industri, perdagangan, jasa dan angkutan

Analisa SWOT

Tugas Komputer Bisnis – Fenaro (semester 3/okt’ 2012)

Perkembangan Internet…

Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and
Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung
aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya
aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset
untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang
menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh.
Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa
peristiwa penting dalam sejarah internet.
Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research
Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad
mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling
menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini
dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika
Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan
sputnik).

Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan
terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960.
Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah
dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat
melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga
memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan
untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur
telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan
koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer
nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching
digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya
menggantikan circuit switching yang digunakan pada
sambungan telepon publik.

Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada
sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol
jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan
sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/
Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan
untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan
oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan
protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan
lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung
membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau
seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet
inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan
mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka
semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan
komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum
yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada
jaringan internet ini.

Perkembangan besar Internet ketiga adalah
terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990
oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini
menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW
membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-
macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-
materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan
pengguna internet meroket.

Hello world!

Welcome to Web Blog Mahasiswa Universitas Narotama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!